Memperkuat Tata Kelola,
Membangun Bangsa
yang Kompeten
MB-Institut menghadirkan standar sertifikasi dan pelatihan modern berbasis teknologi untuk memperkuat kapabilitas SDM dan organisasi di bidang GRC, Manajemen Risiko, ESG, dan Peningkatan Kualitas.
Dipercaya oleh 500+ usaha katering, restoran, dan UMKM pangan.
MB-Institut Indonesia
Lembaga Penjaminan Mutu & Higiene
SERTIFIKAT LAIK HIGIENE SANITASI
Reg No: ID-MB/2026/SLHS-8892
Diberikan Kepada Badan Usaha:
PT Berkah Boga Nusantara
Bidang: Jasa Boga Golongan B & Katering Industri
Layanan Kami
Ekosistem Sertifikasi Terpadu
Fundamental Enterprise Risk Management
Kelas eksekutif ringkas yang tidak mengajarkan teknik teknis manajemen risiko, tetapi membekali pengambil keputusan dengan cara berpikir berbasis risiko: bagaimana membaca laporan risiko, bertanya kepada risk owner, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risk appetite.
Sertifikasi HACCP
19000000
Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) adalah proses pengakuan terhadap penerapan sistem manajemen keamanan pangan yang berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian bahaya biologis, kimia, dan fisik pada setiap tahapan proses produksi pangan. Melalui sertifikasi ini, organisasi memastikan bahwa titik-titik kritis dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian pangan dikendalikan secara sistematis dan terdokumentasi, sehingga membantu mencegah risiko kontaminasi serta menjaga konsistensi keamanan dan mutu pangan.
Sertifikasi Chef de Partie
3500000
Tingkatkan profesionalisme dan daya saing Anda sebagai Chef de Partie bersertifikat BNSP bersama GAMDI dan LSP Rajawali
Bootcamp Persiapan Sertifikasi Manajemen Risiko
Bootcamp intensif tiga hari yang memadatkan seluruh unit kompetensi manajemen risiko sesuai skema sertifikasi, dilengkapi latihan soal dan simulasi uji kompetensi, untuk mempersiapkan peserta menghadapi asesmen sertifikasi.
Risk & GRC Briefing for Board
Sesi eksekutif tingkat tinggi bagi Direksi, Dewan Komisaris, dan komite terkait, membahas peran mereka dalam mengawasi manajemen risiko dan GRC organisasi, tanpa masuk ke detail teknis operasional.
RCSA & Key Risk Indicators Workshop
Lokakarya praktis untuk menyusun Risk and Control Self-Assessment (RCSA) dan Key Risk Indicators (KRI) sebagai alat operasional manajemen risiko sehari-hari di level unit kerja.
Cyber & Information Security Risk
Membekali peserta non-teknis dan teknis dengan pemahaman tentang manajemen risiko keamanan informasi, mengacu pada ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27005, sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko organisasi secara keseluruhan.
AI Governance & Risk
Membekali peserta lintas fungsi dengan pemahaman tentang tata kelola dan manajemen risiko penggunaan kecerdasan buatan (AI) di organisasi, mengacu pada standar internasional terbaru ISO/IEC 42001 dan ISO/IEC 23894, serta praktik NIST AI RMF.
Anti-Fraud Management
Membekali peserta dengan kerangka pencegahan, pendeteksian, dan respons terhadap kecurangan (fraud) di organisasi, mengacu pada praktik ACFE dan sistem manajemen anti-penyuapan ISO 37001.
Risk-Based Budgeting
Melatih tim keuangan dan perencana anggaran untuk mengalokasikan anggaran dengan mempertimbangkan tingkat risiko masing-masing pos, bukan hanya berdasarkan historis atau permintaan unit, sehingga anggaran mitigasi risiko prioritas tidak terlewat.
Compliance Management System
Kelas pendalaman yang membekali peserta dengan kemampuan membangun dan menjalankan sistem manajemen kepatuhan sesuai ISO 37301, mulai dari identifikasi kewajiban kepatuhan sampai pemantauan dan perbaikan berkelanjutan.
Third-Party Risk Management
Membekali peserta dengan kerangka pengelolaan risiko yang muncul dari hubungan dengan vendor, pemasok, dan mitra pihak ketiga lainnya — mulai dari due diligence sebelum kontrak, pemantauan selama kontrak berjalan, sampai exit strategy.
Climate Risk & Carbon Accounting
Kelas pendalaman yang membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi risiko iklim (fisik dan transisi) serta menghitung jejak karbon organisasi sesuai GHG Protocol, sebagai dasar pengungkapan IFRS S2 dan TCFD.
Business Continuity Management
Mengajarkan cara menyusun sistem manajemen keberlangsungan bisnis sesuai ISO 22301, mulai dari analisis dampak bisnis (BIA), strategi kelangsungan, penyusunan rencana kelangsungan bisnis (BCP), sampai simulasi/latihan tanggap krisis.
Risk-Based Operational Excellence
Menggabungkan pendekatan manajemen risiko dengan perbaikan operasional berkelanjutan, sehingga upaya efisiensi (Lean/Six Sigma) dan pengendalian mutu (ISO 9001) dilakukan dengan tetap mempertimbangkan risiko operasional yang relevan.
Risk-Based Audit
Melatih auditor internal menyusun rencana dan pelaksanaan audit berdasarkan tingkat risiko masing-masing area/proses, sejalan dengan standar audit internal global, sehingga sumber daya audit yang terbatas difokuskan pada area berisiko tinggi.
Risk-Based Planning
Mengajarkan cara mengintegrasikan analisis risiko ke dalam proses perencanaan strategis dan operasional, sehingga rencana kerja (RKAP/RJPP) disusun bukan hanya berdasarkan target, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang dapat menggagalkan pencapaian target tersebut.
ESG for Non-Executive
Mengajak staf lintas fungsi memahami bagaimana pekerjaan sehari-hari mereka berkontribusi pada kinerja ESG organisasi, dari penghematan energi di unit kerja sampai praktik ketenagakerjaan yang adil, tanpa perlu menjadi spesialis pelaporan keberlanjutan.
GRC for Non-Executive
Membekali staf dan supervisor lintas fungsi dengan pemahaman praktis tentang GRC dalam pekerjaan sehari-hari: bagaimana mengenali kewajiban kepatuhan, melaporkan risiko, dan mendukung tata kelola di level operasional, tanpa perlu menjadi spesialis GRC.
Risk Management for Non-Risk Executives
Kelas eksekutif ringkas yang tidak mengajarkan teknik teknis manajemen risiko, tetapi membekali pengambil keputusan dengan cara berpikir berbasis risiko: bagaimana membaca laporan risiko, bertanya kepada risk owner, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risk appetite.
ESG 101 (Environmental, Social, dan Governance)
Membangun pemahaman dasar tentang Environmental, Social, dan Governance (ESG): mengapa isu ini menjadi tuntutan bisnis, bagaimana kerangka pelaporan utama bekerja, dan bagaimana ESG terhubung dengan manajemen risiko dan tata kelola.
GRC 101 (Governance, Risk & Compliance)
Memperkenalkan konsep GRC sebagai satu kesatuan yang saling terkait: bagaimana tata kelola menetapkan arah, manajemen risiko mengelola ketidakpastian, dan kepatuhan memastikan organisasi berjalan sesuai aturan. Peserta belajar melihat ketiga fungsi ini sebagai sistem terintegrasi, bukan tiga fungsi yang berjalan sendiri-sendiri.
Sustainability Reporting (GRI & IFRS S1/S2)
Kelas pendalaman yang membekali peserta dengan kemampuan teknis menyusun laporan keberlanjutan sesuai kerangka GRI dan IFRS S1/S2, mulai dari analisis materialitas sampai penyusunan draf laporan.
Risk Management 101
Kelas fondasi yang membangun pemahaman dasar tentang apa itu risiko, mengapa organisasi perlu mengelolanya secara terstruktur, dan bagaimana proses manajemen risiko bekerja dari identifikasi sampai pemantauan. Menjadi prasyarat konseptual sebelum peserta mengikuti kelas-kelas risk-based lain.
Standar yang
punya alasan.
Karena kualitas bukan hanya tentang hasil akhir. Ia hadir dari proses yang terukur, relevan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kompeten & Berpengalaman
Dibangun dari rekam jejak sertifikasi mutu jasa boga, kini diperluas oleh asesor dan praktisi berpengalaman.
Diakui Secara Luas
Skema mengikuti kerangka ISO 31000, ISO 37000, COSO, dan standar keamanan pangan.
Berbasis Teknologi
Pendaftaran, ujian, dan penerbitan sertifikat dilakukan secara digital, cepat, dan transparan.
Relevan untuk Segala Skala
Dari korporasi dan BUMN, koperasi, institusi pendidikan, hingga pelaku usaha jasa boga.
Standar yang punya alasan.
Bergabunglah dengan ratusan usaha yang telah tersertifikasi MB-Institut. Aman, Terpercaya, dan Professional.





