Dari Investasi ke Kapabilitas: Kontribusi MBI Institut bagi Dunia yang Tangguh, Berkelanjutan, dan Sejahtera

Oct 6, 2026 · @DR. Eddy Keleng Ate Berutu Pagi ini Indonesia International Sustainability Forum dibuka oleh Ketua Umum KADIN dengan pembicara Kunci Rosan Perkasa Roeslani.
Modal saja tidak cukup
Tema keynote Rosan Perkasa Roeslani, Investing for a Resilient, Sustainable and Prosperous World, menaruh tiga kata sifat di depan kata "dunia". Ketiganya tidak bisa dibeli dengan modal. Ketiganya harus dibangun oleh orang-orang yang mengelola modal itu.
Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan berulang kali menegaskan hal yang sama. Investasi harus dijalankan dengan tata kelola yang baik, transparan, hati-hati, dan berintegritas. Investasi juga harus memberi manfaat lintas generasi, termasuk bagi pengembangan sumber daya manusia.
Di titik inilah MBI Institut mengambil peran. Kami tidak mengelola dana investasi. Kami menyiapkan manusia dan sistem yang membuat investasi itu aman, patuh, dan berdampak.
Strategic intent di balik tiga kata
Tiga kata dalam tema itu adalah tiga tuntutan kapabilitas bagi setiap organisasi yang menerima atau mengelola investasi.
- Resilient (tangguh). Organisasi mampu membaca risiko lebih awal, menyerap guncangan, dan tetap beroperasi. Ini wilayah manajemen risiko dan kepatuhan.
- Sustainable (berkelanjutan). Hasil hari ini tidak mengorbankan esok. Ini menuntut budaya risiko, kepemimpinan yang adaptif, dan regenerasi talenta.
- Prosperous (sejahtera). Investasi berujung pada pekerjaan berkualitas, produk yang aman, dan daya saing. Ini menuntut standar mutu yang terukur dan tersertifikasi. Arah kebijakan pemerintah sejalan dengan pembacaan ini. Danantara menyusun peta jalan investasi 2026 untuk memperkuat ketahanan ekonomi sambil mendorong transformasi nasional. Pangan dan produksi protein termasuk sektor yang dibiayainya.
Celah yang sering terlewat: kompetensi di tengah konsolidasi
Konsolidasi BUMN adalah perubahan organisasi terbesar dalam satu generasi. Dari 1.074 entitas BUMN beserta anak dan cucu usaha, sekitar 290 telah dikonsolidasikan per Agustus 2026. Targetnya 250–300 BUMN inti yang solid dan menguntungkan pada akhir 2026.
Setiap merger menggabungkan lebih dari sekadar neraca. Ia menggabungkan kerangka risiko yang berbeda, budaya yang berbeda, dan generasi karyawan yang berbeda. Tanpa bahasa risiko yang sama, entitas hasil merger lebih besar tetapi belum tentu lebih tangguh.
Efisiensi dan produktivitas yang dibidik konsolidasi baru tercapai bila direksi, manajer, dan pelaksana memahami standar yang sama. Pelatihan menjadi bagian dari pelaksanaan strategi itu sendiri.
Tiga kontribusi MBI Institut
MBI Institut menjawab tiap pilar dengan satu lini program in-house bagi BUMN dan korporasi.
- Pilar Resilient, terdapat lini program GRC & Risk Series dengan materi utama Enterprise Risk Management (ISO 31000 / COSO), Horizon Scanning, dan Compliance Management, yang menghasilkan pengenalan risiko lebih awal serta keputusan investasi yang lebih terjaga.
- Pilar Sustainable mencakup lini program Leadership & Skills yang berfokus pada materi Risk Culture, Adaptive Leadership, serta Gen-Z & Millennial Management, sehingga menciptakan budaya risiko di semua level dan membantu talenta muda bertahan serta tumbuh.
- Pilar Prosperous menghadirkan lini program Quality & Compliance dengan materi utama Sertifikasi HACCP (Standard / BNSP) dan ISO 22000 Food Safety Management, yang berdampak pada keamanan produk pangan yang diakui pasar serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang tersertifikasi.
Ketiga pilar dan lini program MBI Institut tersebut dijabarkan lebih lanjut ke dalam tiga prinsip utama:
- Pertama, ketangguhan lewat tata kelola dan manajemen risiko. Peserta pulang dengan peta risiko unitnya sendiri dan lulus asesmen. Kelas dirancang untuk kasus nyata perusahaan, bukan teori umum.
- Kedua, keberlanjutan lewat kepemimpinan. Kerangka risiko hanya bertahan bila pemimpinnya menghidupkannya. Program kepemimpinan kami menyiapkan manajer memimpin tim lintas generasi pasca-merger.
- Ketiga, kesejahteraan lewat mutu. MBI lahir dari dunia boga sebagai Mutu Boga Institut. Akar itu kini menjadi keunggulan: keamanan pangan adalah syarat bagi hilirisasi pangan dan akses pasar ekspor. Sertifikasi kompetensi juga menaikkan nilai tenaga kerja Indonesia.
Dari ruang kelas ke skala nasional
Kelas in-house menjangkau puluhan orang per sesi, sementara kebutuhan kompetensi tersebar di seluruh unit dan cabang BUMN. MBI Institut menutup jarak itu dengan platform LMS dan blended learning yang direncanakan meluncur pada kuartal IV 2027.
Platform ini membawa materi yang sama ke kantor cabang dan unit di daerah. Standar di Jakarta dan di Sumatera Utara menjadi satu.
Kompetensi juga perlu dijaga. Direktori alumni dan pengingat resertifikasi dua tahunan memastikan sertifikat peserta tetap berlaku dan kompetensinya terus diperbarui.
Penutup: investasi pada manusia
Investasi yang tangguh, berkelanjutan, dan menyejahterakan dimulai dari orang yang kompeten dan berintegritas. Rosan mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi agar kontribusi investasi terus meningkat.
MBI Institut menjawab ajakan itu sebagai mitra pengembangan kapabilitas. Kami mengundang BUMN, korporasi, dan lembaga pemerintah merancang program bersama, mulai dari satu kelas percontohan di unit yang paling membutuhkan.
PT Mutu Bangsa Indonesia (MBI Institut) · Gedung GP Plaza Lantai 5, Jakarta Pusat · www.mbi-institut.co.id · halo@mb-institut.co.id
Sumber
- ANTARA: Rosan menekankan transparansi dan integritas investasi Danantara
- Beritasatu: Rosan Roeslani akan hadiri Investor Daily Summit 2026
- IDN Financials: CEO Danantara memaparkan strategi 2026
- Indonesia Business Post: sektor kunci target investasi 2026
- Angka konsolidasi BUMN: Rencana Bisnis MBI Institut Revisi 2026–2027, mengutip Pidato Kenegaraan Presiden RI dan keterangan Danantara, Agustus 2026.
Catatan: naskah lengkap keynote belum tersedia untuk publik saat artikel ini disusun. Uraian mengacu pada tema keynote dan pernyataan publik Rosan Roeslani sebelumnya.